|
Menu Close Menu

Bank Dunia Koreksi Proyeksi Pertumbuhan RI, Menkeu: Mereka Salah Hitung

Sabtu, 11 April 2026 | 13.00 WIB

  

Jakarta - Laporan terbaru World Bank atau Bank Dunia, East Asia and Pacific Economic Update April 2026, memberikan koreksi atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini, dari sebelumnya 4,8% menjadi 4,7%.


Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, lembaga tersebut salah hitung dalam meproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Menurut Purbaya, dirinya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 berada di kisaran 5,5% hingga 5,6%.


"Kalau mereka proyeksikan ekonomi kita menjadi 4,7%, Bank Dunia sama saja meramal ekonomi Indonesia akan mengalami resesi. Saya pikir Bank Dunia salah hitung,” kata Purbaya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).


Purbaya menambahkan, proyeksi Bank Dunia kemungkinan dibuat berdasarkan tingginya harga minyak bumi. Namun, ia optimistis jika harga minyak telah kembali turun, Bank Dunia akan kembali mengubah prediksinya.


“Saya sih akan optimalkan semua mesin ekonomi yang ada di sini. Mungkin saja World Bank betul, yang jelas kalau di angka saya sih sedang membaik, dan akan kita jaga terus. Mungkin Bank Duunia belum tahu jurus-jurus saya,” ujar Purbaya.


Purbaya juga menyebutkan, dengan adanya proyeksi tersebut Bank Dunia telah melakukan dosa besar karena memberikan sentimen negarif kepada Indonesia.


"Mereka (Bank Dunia) sudah melakukan dosa besar. Mereka menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal dan mereka mengubah prediksi ekonominya lagi,” tegas Purbaya.

Bagikan:

Komentar