Makassar — Rika Wahyuni Rusti Annisa berhasil mencatatkan capaian akademik membanggakan dengan menyelesaikan pendidikan Doktor (S3) Ilmu Lingkungan Universitas Hasanuddin pada usia 26 tahun dengan IPK 4,00.
Capaian tersebut semakin istimewa karena penelitian doktoralnya berfokus pada salah satu persoalan lingkungan yang semakin penting, yaitu pencemaran air oleh logam berat sekaligus pemanfaatan limbah sebagai bahan bernilai guna.
Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Formulasi Biochar dan Geopolimer untuk Mereduksi Ion Logam Berat dalam Air Tercemar,” Rika Wahyuni Rusti Annisa mengembangkan material adsorben komposit berbasis biochar sekam padi dan fly ash untuk membantu mereduksi ion logam berat dari air tercemar.
Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pencemaran, tetapi juga dengan meningkatnya residu pertanian dan industri yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sekam padi yang merupakan residu pertanian dikonversi menjadi biochar melalui proses pirolisis, kemudian dikombinasikan dengan fly ash sebagai material berbasis aluminosilikat untuk membentuk komposit biochar–geopolimer.
Rika melakukan variasi komposisi biochar dan fly ash serta konsentrasi aktivator NaOH untuk memperoleh formulasi yang paling sesuai. Dari berbagai formulasi yang diuji, diperoleh BCG8012, yaitu komposit dengan komposisi 80% biochar, 20% fly ash, dan NaOH 12 M, sebagai formulasi optimum berdasarkan rangkaian karakterisasi dan pengujian kinerja material.
Salah satu karakteristik penting BCG8012 adalah luas permukaan spesifik sebesar 744,296 m²/g. Karakteristik tersebut kemudian dikaitkan dengan struktur pori, gugus fungsi, dan morfologi material untuk memahami bagaimana formulasi memengaruhi kemampuan adsorpsi.
Penelitian Rika tidak berhenti pada satu jenis kontaminan. Komposit tersebut diuji terhadap ion Cu²⁺, Ni²⁺, dan Pb²⁺ untuk melihat bagaimana satu formulasi material memberikan respons terhadap karakteristik ion logam yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing ion memiliki perilaku adsorpsi yang berbeda, baik dari kondisi pH optimum, waktu kontak, maupun kapasitas adsorpsinya.
Salah satu kontribusi penting penelitian Rika adalah pemahaman bahwa kinerja adsorben tidak semata-mata ditentukan oleh jenis bahan penyusunnya. Formulasi menentukan karakteristik material, karakteristik material memengaruhi fungsi adsorpsi, sementara kinerja akhir juga dipengaruhi oleh karakteristik kontaminan dan kondisi lingkungan tempat material diaplikasikan.
Dengan demikian, penelitian ini tidak sekadar menghasilkan material adsorben, tetapi membangun hubungan kemampuan menurunkan konsentrasi logam
Bagi Rika Wahyuni Rusti Annisa, capaian doktoral tersebut bukan hanya tentang menyelesaikan pendidikan pada usia muda dengan prestasi akademik yang tinggi, tetapi juga tentang menghasilkan pengetahuan yang dapat berkontribusi terhadap pemecahan persoalan lingkungan.
“Kontribusi saya bukan sekadar menghasilkan komposit, tetapi memberikan pemahaman mengenai bagaimana formulasi menentukan struktur, struktur menentukan fungsi adsorpsi, dan bagaimana fungsi tersebut diuji dalam konteks lingkungan nyata,” demikian inti pemikiran yang mendasari penelitian Rika.








Komentar