|
Menu Close Menu

Menpora Erick: Rumah Indonesia di Asian Games 2026 Jadi Simpul Diplomasi Olahraga

Senin, 21 September 2026 | 15.00 WIB

   


Jakarta – Rumah Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tidak hanya disiapkan sebagai tempat pelayanan dan dukungan bagi kontingen Indonesia, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat diplomasi olahraga dan memperkenalkan potensi Indonesia kepada dunia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan, fungsi Rumah Indonesia berkembang dari kebutuhan awal sebagai pusat pelayanan atlet menjadi bagian dari strategi diplomasi olahraga Indonesia di tingkat internasional.

“Awalnya kita berdiskusi bagaimana Rumah Indonesia ini menjadi rumah kebutuhan para atlet, baik yang menghadapi masalah, membutuhkan dukungan, atau sekadar rindu dengan makanan Indonesia. Namun seiring perkembangannya, Rumah Indonesia juga menjadi bagian dari diplomasi olahraga,” ujar Erick saat peresmian Rumah Indonesia di Ark Rock Sakae, Nagoya, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Erick, diplomasi olahraga memiliki peran penting dalam membangun hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkuat jejaring Indonesia dengan organisasi dan federasi olahraga internasional.

Ia menilai kemajuan olahraga nasional tidak hanya ditentukan oleh prestasi atlet di arena pertandingan, tetapi juga kemampuan Indonesia membangun hubungan dengan berbagai federasi olahraga dunia, termasuk Olympic Council of Asia (OCA) dan International Olympic Committee (IOC).

“Tidak mungkin olahraga kita maju tanpa membuka hubungan yang maksimal dengan seluruh federasi dunia,” katanya.

Erick menambahkan, Rumah Indonesia juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia melalui olahraga. Interaksi yang terbangun selama penyelenggaraan Asian Games dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan keragaman budaya, keindahan alam, serta potensi pariwisata Indonesia.

“Ke depan, kita juga mengharapkan ini menjadi budaya diplomasi untuk memperlihatkan keindahan alam dan pariwisata Indonesia,” jelasnya.

Selain menjalankan fungsi diplomasi, Rumah Indonesia tetap menjadi ruang pelayanan bagi atlet dan kontingen selama mengikuti Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Rumah Indonesia disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan atlet, termasuk menjadi tempat mendapatkan dukungan ketika menghadapi persoalan selama berada di Jepang. Kehadiran ruang yang menghadirkan suasana Indonesia juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi atlet selama menjalani rangkaian pertandingan.

Peran tersebut menjadi penting mengingat kontingen Indonesia harus menjalani kompetisi di lingkungan dan kondisi yang berbeda dari Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Rumah Indonesia, termasuk sponsor dan pemangku kepentingan olahraga.

“Tentu terima kasih atas dukungan dari para sponsor, termasuk juga kepada seluruh atlet, pelatih, dan juga pengurus cabang olahraga,” tutur Erick.

Peresmian Rumah Indonesia turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, serta Ketua Umum Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu.

Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan turut memberikan dukungan kepada kontingen Indonesia yang berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Ia berharap para atlet mampu memberikan penampilan terbaik dalam setiap pertandingan yang diikuti.

“Kita ini memang bangsa yang hebat. Di mana pun kita berada, kita bisa menyesuaikan diri. Kita sudah biasa tahan banting. Dengan segala kendala yang ada, semoga tidak menyurutkan langkah kita untuk maju membawa nama Indonesia dan memenangkan berbagai perlombaan,” ujar Nurmala.

Kehadiran Rumah Indonesia di Nagoya dengan demikian tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya kontingen. Ruang tersebut menjadi bagian dari ekosistem pendukung atlet sekaligus sarana memperkenalkan Indonesia melalui kekuatan olahraga, budaya, dan hubungan antarbangsa.

Melalui Asian Games Aichi-Nagoya 2026, olahraga menjadi salah satu ruang Indonesia membangun jejaring internasional sekaligus mendukung perjuangan atlet di arena kompetisi.
Bagikan:

Komentar