|
Menu Close Menu

Dari Keringat Tukang hingga Didukung Jadi Bos REI Sulsel, Pesan Haru Badris Salam untuk Aksa Mahmud

Selasa, 15 September 2026 | 13.00 WIB

 


 MAKASSAR — Restu pendiri Bosowa Group, H. Aksa Mahmud, kepada Haji Badris Salam untuk bertarung di bursa Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan ternyata bukan sekadar dukungan politis di atas kertas. Di balik jabat tangan hangat saat nonton bareng laga PSM Makassar di Graha Pena, Minggu (13/9/2026), tersimpan sejarah panjang tentang keringat, kerja keras, dan loyalitas.


Usai mengamankan dukungan dari raksasa bisnis Bosowa, termasuk sokongan penuh dari lini PT Bosowa Propertindo, Badris menyibak memori lama yang emosional.


CEO Bumi Pundi Karsa Holding Company ini tak canggung mengakui bahwa fondasi kapasitas kepemimpinannya di industri properti saat ini justru bermula dari level yang paling bawah. Pria kelahiran Sinjai ini pernah memeras keringat sebagai mandor tukang di berbagai mega-proyek milik Bosowa Group.


"Terima kasih banyak Pak Aksa atas dukungannya hari ini. Alhamdulillah, kalau mengingat ke belakang, beberapa proyek besar di bawah naungan Bosowa Group sudah pernah kami tangani langsung di lapangan," ungkap Badris Salam penuh apresiasi.


Kawah Candradimuka di Tuju Wali Wali


Kerja sama profesional Badris dengan keluarga besar Bosowa telah terjalin selama bertahun-tahun. Dalam rekam jejaknya, Badris merinci sejumlah portofolio proyek raksasa yang pernah ia garap bersama Bosowa, di antaranya:

Pembangunan Jalan Tol Tahap 1 (Infrastruktur vital Kota Makassar).

Konstruksi Perumahan Karyawan untuk Pabrik Semen Bosowa.

Renovasi Kantor Pusat Bosowa di Jalan Urip Sumoharjo (Lantai 3).

Keterlibatan teknis Badris dalam proyek-proyek prestisius tersebut mayoritas dihabiskan di bawah bendera PT Tuju Wali Wali—anak perusahaan Bosowa Corporindo yang masyhur akan reputasinya dalam mengeksekusi infrastruktur skala besar di wilayah Indonesia Timur.


Filosofi Bisnis dari Level Tapak


Bagi Badris, tempaan selama bekerja di bawah bayang-bayang kebesaran Bosowa Group adalah sekolah bisnis terbaiknya. Pengalaman menelan debu proyek di level tapak hingga akhirnya memahami alur manajerial di tingkat puncak, memberikannya perspektif yang sangat utuh tentang industri properti dan konstruksi.


Dari sanalah Badris menyerap nilai-nilai absolut dalam menjalankan bisnis: bahwa reputasi sebuah usaha tidak dibangun dari janji manis, melainkan dari batu bata komitmen dan kepercayaan (trust) dari mitra kerja.


Kini, berbekal tempaan keras dari kawah candradimuka Bosowa dan restu langsung dari sang pendiri, mantan mandor tersebut melangkah mantap. Ia bersiap menakhodai 'rumah besar' para pengembang se-Sulawesi Selatan dengan bekal rekam jejak yang tak bisa direkayasa.

Bagikan:

Komentar