|
Menu Close Menu

Tancap Gas! H. Badris Salam Gandeng Perbankan Kunci Kelancaran Pembiayaan Perumahan Sulsel

Jumat, 09 Oktober 2026 | 08.55 WIB

  

Makassar — Tak butuh waktu lama bagi kepengurusan baru Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan untuk unjuk gigi. Usai resmi dilantik, barisan pengurus periode 2026-2029 langsung 'tancap gas' mengeksekusi program kerja strategisnya.

Langkah perdana yang diambil sangat krusial: mengunci kolaborasi dengan mitra perbankan. Pada Kamis (8/10/2026), jajaran pimpinan REI Sulsel menggelar pertemuan silaturahmi sekaligus diskusi meja bundar bersama jajaran manajemen bank pembiayaan perumahan di Makassar.

Pertemuan elite ini dipimpin langsung oleh sang nakhoda baru, H. Badris Salam, yang didampingi oleh 'dua mesin' utamanya: A. Ridwan Jabir (Sekretaris) dan Andi Imran Rahmadi Putra YP (Bendahara).

Harmonisasi Pengembang dan Bank

Bagi Badris Salam, perbankan adalah urat nadi industri real estate. Sehebat apa pun pengembang membangun kawasan, tanpa adanya keran pembiayaan yang lancar, industri akan lumpuh. Oleh karena itu, kolaborasi strategis ini digagas untuk mendongkrak akselerasi sektor perumahan di daerah.

"Mohon saran dan masukan kepada kami agar seluruh anggota REI bisa terlayani dengan baik. Di sisi lain, kami juga siap bertindak tegas mengevaluasi anggota kami jika ada pelanggaran operasional yang dilakukan," tegas CEO Bumi Pundi Karsa tersebut di hadapan para bankir.

Keterbukaan menjadi kunci. Badris meminta pihak perbankan tidak segan membuka komunikasi jika menemukan pengembang yang mengalami kendala teknis maupun administratif di lapangan. Dengan begitu, solusi win-win dapat segera dieksekusi tanpa harus mengorbankan progres pembangunan hunian bagi masyarakat.

Cetak Biru Pembiayaan Properti Sulsel

Diskusi bernas tersebut tidak hanya berakhir pada saling jabat tangan, melainkan melahirkan sejumlah poin kesepakatan strategis untuk memperbaiki ekosistem properti di Sulsel:

  • Rapor Biru Pembiayaan: Penyaluran pembiayaan perumahan di Sulsel menunjukkan grafik yang sangat impresif. Hingga kuartal ketiga tahun ini, pencapaian serapan kredit telah sukses menembus angka 81 persen dari target yang dipatok.

  • Sapu Bersih Hambatan Administratif: Kedua belah pihak sepakat untuk mengoptimalisasi layanan. Mekanisme pencairan kredit akan diperbaiki, termasuk penguatan proses verifikasi on-the-spot (OTS) untuk memangkas birokrasi berbelit pada program rumah subsidi.

  • Kelonggaran Ekspansi Komersial: Bank sepakat memberikan relaksasi berupa perluasan akses fasilitas inden pada sektor rumah non-subsidi (komersial), yang akan sangat membantu cashflow pengembang dalam berekspansi.

Sinergi yang makin mesra antara REI Sulsel dan perbankan ini menjadi sinyal positif. Kolaborasi ini memastikan bahwa roda ekonomi kerakyatan di Sulawesi Selatan akan terus berputar kencang, dengan para pengembang sebagai motor penggerak utamanya.

Bagikan:

Komentar